Kamis, 16 Mei 2019

Hari Perawat Internasional, Suara Perawat Memimpin – Kesehatan adalah Hak Asasi Manusia

Foto Bersama Seusai Acara
Esaunggul.ac.id, Sekitar 100 mahasiswa Prodi keperawatan UEU berkumpul di pelataran lobi Gedung utama Esa Unggul, Senin (13/05). Berkumpulnya para mahasiswa Esa Unggul untuk memperingati International Nurses Days yang jatuh pada 12 mei lalu.
Pada tahun ini International Nurses Days mengambil tema “Nurses: A Voice to Lead, Health for All”. Pada perayaan internasional nurses Days di Universitas Esa dilakukan dengan simulasi cuci tangan serentak dan membagikan sejumlah bunga dan masker kepada seluruh Sivitas Esa Unggul.
Suasana Saat Sejumlah Sivitas Esa Unggul Menyampaikan Sambutan
Salah satu mahasiswi Keperawatan Esa Unggul yakni Ida Ayu mengatakan acara ini didedikasikan untuk meningkatkan peran perawat di dunia kesehatan Indonesia. menurutnya peran perawat di dunia kesehatan sangat vital apalagi di Indonesia, persebaran perawat yang masih timpang di Indonesia membuat profesi perawat menjadi salah satu yang dibutuhkan untuk mewujudkan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas).
“Perawat merupakan profesi yang vital karena memiliki peran melayani masyarakat dalam kondisi apapun, Jika diibaratkan di Rumah sakit ada dokter yang merupakan Otaknya dan perawat sebagai Hatinya,” ujar Ida di Universitas Esa Unggul, beberapa waktu yang lalu.
Suasana Saat Simulasi Cuci Tangan
Sementara itu, perwakilan dari Ketua Prodi Keperawatan, Erna menjelaskan diselenggarakanya 12 Mei dipilih untuk merayakan Hari Perawat Internasional karena hari kelahiran Florence Nightingale, yang secara luas dianggap sebagai pendiri keperawatan modern. Dirinya berharap semnagat Florence dalam melayani kesehatan kepada masyarakat dapat ditularkan melalui acara Hari Perawat Internasional.
“Selamat hari perawat sedunia, mudah-mudahan ini menjadi momentum untuk kalian para perawat-perawat muda dan calon perawat untuk berkontribusi kepada masyarakat khususnya di bidang kesehatan,” ucapnya.
Dalam penyelenggaraan International Nurses Days Universitas Esa Unggul dihadiri oleh Rektor Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma, M.B.A, Dekan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Dr. Aprilita Rina Yanti Eff, M. Biomed, Apt, jajaran Kaprodi dan mahasiswa Keperawatan UEU.

Tiga Mahasiswi Esa Unggul Raih Juara di Pekan Keperawatan Nasional

Tiga Mahasiswi yang berhasil mendapatkan juara
Esaunggul.ac.id, Kabar membanggakan kembali datang dari tiga mahasiswa Universitas Esa Unggul. Kali ini, Tiga mahasiswa Keperawatan UEU berhasil mendapatkan juara di Pekan Keperawatan Nasional yang diselenggarakan pada tanggal 2 – 5 Mei 2019, di Universitas Sari Mulia Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Dalam ajang tersebut, tiga mahasiswa Esa Unggul membuat karya Tulis Ilmiah yang mengangkat tema “Pendekatan Spiritual Care Dalam Peningkatan Kualitas Hidup Anak dengan ALL.” Salah satu mahasiswi Keperawatan yakni Royani mengatakan persiapan dirinya dan teman-teman keperawatan UEU untuk membuat Karya Ilmiah dan mengikuti ajang tersebut dilakukan selama hampir sebulan lamanya.
“Persiapannya kami lakukan dalam kurun waktu 1 bulan, semua berjalan dengan lancar tanpa adanya kesulitan yang berarti apalagi kami didampingi oleh Dosen pembimbing yang berkompten di bidangnya, hanya ada kendala dipembagian waktu antara mengerjakan tugas kuliah dan KTI, sempat keteteran” ujar Rohyani, di Universitas Esa Unggul beberapa waktu yang lalu.
Rohyani pun menjelaskan Karya Ilmiah yang dibuat olehnya dan teman-temanya ini membahas prevalensi anak dengan ALL (Acute Lymphoblastic Leukemia) yang cukup tinggi, dan tugas perawat yang seharusnya melakukan asuhan secara holistik kenyataannya berdasarkan penelitian aspek spiritual pasien kurang diperhatikan.
“Dari penelitian yang ditemukan dalam Karya Ilmiah ini adalah belum ada jurnal atau penelitian yang melakukan intervensi spiritual care pada anak ALL secara langsung. Sehingga tidak bisa diketahui gambaran efekvitas pendekatan ini, namun berdasarkan hasil analisa yang dilakukan pendekatan spiritual care dapat diterapkan atau dilakukan pada anak dengan ALL tetapi melalui keluarga,” ujarnya.
Dirinya berharap dari sejumlah karya Ilmiah yang dibuat olehnya dan dua temannya dapat bermanfaat bagi kajian-kajian di bidang ilmu kesehatan selanjutnya. ” Mudah-mudahan karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi masyarakat luas, dan kedepannya kami dapat membuat sejumlah karya imiah kembali, penghargaan di Pekan Keperawatan Nasional ini menjadi salah satu motivasi kami untuk mendapatkan kembali penghargaan lainnya,” tutupnya.
Pada Pekan keperawatan Nasional ini sejumlah Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta mengikuti ajang tersebut. Pada tahun ini Pekan Keperawatan Nasional mengambil tema Improved knowledge and skills to be a professional nurse by the cultural based approach in palliative care”. Cabang perlombaan terdiri dari karya tulis ilmiah, poster dan video edukasi.