Kamis, 07 Februari 2019

Dua Dosen Fikes Esa Unggul Raih Best Paper Dalam Simposium dan Seminar Nasional di Universitas Gorontalo

(dari kiri) Ade Heryana dan Erlina Puspitaloka bersama Panitia acara Saat Simposium dan Seminar Nasional
Esaunggul.ac.id, Kabar gembira datang dari dua dosen Universitas Esa Unggul yakni Erlina Puspitaloka Mahadewi, SE, MM dan Ade Heryana, S.ST, MKM, dua dosen Fakultas Ilmu Kesehatan UEU ini berhasil meraih Best Paper dalam Symposium dan Seminar Nasional di Universitas Gorontalo (22/12/2018). Pada Simposium dan Seminar Nasional kali ini mengangkat tema “Strategi Pencegahan Stunting serta Optimalisasi Gizi Remaja Melalui 1000 HPK.” Acara Simposium dan Seminar ini diikuti oleh 510 peserta sementara peserta yang submit untuk Call paper berjumlah 60.
Erlina mengatakan Dalam acara Simposium dan Seminar tersebut, Paper miliknya yang berhasil mendapatkan predikat Best Paper membahas “Analisis Waktu Tunggu Pelayanan Poliklinik Paru di Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Tangaerang.” Sementara itu, Ade Heryana, membahas “Kajian Antrian Pelayanan Pendaftaran Pasien BPJS di RSUD Kabupaten Tangerang.”
“Saya dan pak Ade dalam pembuataan Paper kali ini menggunakan dua metode yang berbeda. Saya sendiri menggunakan Penelitian dengan Metode Kualitatif di RSUD Kota dan pak Ade Penelitian Kuantitatif di RSUD Kabupaten,” terang Erlina di Universitas Esa Unggul, beberapa waktu yang lalu.
Dirinya pun meneruskan dipilihnya judul terkait pelayanan waktu tunggu di Rumah Sakit salah satunya untuk menjadi masukan bagi Intansi Kesehatan dalam hal ini Rumah Sakit Pemerintah untuk meningkatkan pelayanan khususnya dari segi antrian yang seringkali menjadi masalah yang dihadapi oleh pasien. “Penelitian kami ini menyasar pada perbaikan pelayanan di rumah sakit, sehingga nanti dapat dijadikan parameter service di Rumah Sakit.”ujarnya.
Erlina pun berharap Paper yang dibuat oleh dirinya dan Ade mampu dimanfaatkan dengan dipelajari dan menjadi acuan bagi seluruh elemen, baik bagi intansi kesehatan, pendidikan maupun masyarakat umum sebagai langkah untuk memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kepada seluruh masyarakat.
“Semoga paper kami bermanfaat bagi teman-teman yang lain baik untuk penelitian bagi Sivitas Esa Unggul , masyarakat umum, maupun pihak rumah sakit agar mampu meningkatkan pelayanan rumah sakit untuk masyarakat,” tutupnya.

Selasa, 29 Januari 2019

Visitasi Akreditasi Program Studi Farmasi Universitas Esa Unggul

Foto Bersama Seusai Akreditasi
Esaunggul.ac.id, Program Studi Farmasi Universitas Esa Unggul menggelar Visitasi Akreditasi yang digelar dari tanggal 23-25 Januari 2019. Pada Visitasi Akreditasi Farmasi kali ini dilakukan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM PTkes). Dua orang Asesmen dihadirkan dalam visitasi ini, mereka adalah Drs. Hadi Poerwono. Apt., M.Sc., Ph.D. dan Subehan, S.Si., M.Pham.Sc., PhD., Apt.
Penyerahan BAP Akreditasi dan Penutupan
Acara Visitasi Akreditasi Prodi Farmasi dibuka langsung oleh Rektor Dr.Ir. Arief Kusuma. M.B.A. Dalam sambutannya Arief mengucapkan selamat datang kepada para asesor yang telah hadir untuk menilai dan mengevaluasi sejumlah hal terkait Farmasi Universitas Esa Unggul. “Saya mengucapkan selamat datang bagi para Asesor yang nantinya akan melakukan visitasi, kami berharap visitasi akreditasi ini menjadi salah satu evaluasi kami dalam membenahi program Studi Farmasi ke depannya,” terang Arief di Universitas Esa Unggul beberapa waktu yang lalu.
Arief pun menerangkan Prodi Farmasi merupakan Program Studi baru yang ada di Esa Unggul, meskipun masih baru namun Program Studi Farmasi memiliki kualitas yang baik dalam hal fasilitas maupun tenaga pengajarnya. “Farmasi Universitas Esa Unggul mungkin masih sangat muda umurnya, namun sejumlah fasilitas seperti Laboratorium, Literatur hingga tenaga dosen yang mengajar di Prodi ini sudah sangat mempuni,” tuturnya.
Mudah-mudahan hasil dari Akreditasi Farmasi Universitas Esa Unggul mampu mendapatkan nilai yang terbaik.

Kunjungan Mahasiswa Kesmas Esa Unggul ke Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit di Salatiga

Sejumlah Mahasiswa Saat Berfoto Bersama
Esaunggul.ac.id, Sebanyak 20 mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Esa Unggul menggelar kunjungan ke B2P2VRP (Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit) yang terletak di Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (24/01/2019). Tema dalam kegiatan ini bertajuk Kunjungan Study Lapangan Kesehatan Lingkungan.
Dosen Pembimbing Kesmas Devi Angeliana Kusumaningtiar, SKM., MPH dalam sambutannya mengatakan kunjungan ini diadakan guna memberikan pengetahuan serta pengalaman kepada para mahasiswa Kesmas terkait Pelayanan dan penelitian oleh para petinggi dan peneliti di B2P2VRP seperti pemaparan oleh Kepala Bidang Pelayanan Layanan dan Sarana Penelitian Siti Alfiah, SKM, M.Sc dan Kepala Seksi Pelayanan Teknis Evi Sulistyorini, SKM, M.Si.
“Dalam kunjungan ini mahasiswa diberikan pengalaman yang sangat banyak oleh para mentor dan peneliti di B2P2VRP, seperti pengetahuan terkait Pengenalan Serangga Vektor (Dhian Prastowo), Bionomik nyamuk (Riyani), Pengendalian Vektor (Triwibowo A). Selain itu mereka pun diberikan paparan terkait seluk beluk dan sejarah dari B2P2VRP,” ujar Devi di Universitas Esa Unggul, beberapa waktu yang lalu.
Suasana Saat Mahasiswa Mengunjungi B2P2VRP
Devi pun melanjutkan selain mendengar pemapara, para mahasiswa pun diajak untuk berkunjung ke Lab Uji Kaji B2P2VRP. Kunjungan ke Lab Uji ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana sebaiknya penggunaan insektisida rumah tangga yang ramah lingkungan, tepat dosis dan tepat sasaran. “Kemudian kami mengunjungi Lab Uji nah di Lab ini Mahasiswa tampak antusias untuk merencanakan skripsinya di bidang vektor, dilihat dari minat mengetahui penelitian apa saja yang bisa dilakukan di B2P2VR,” tuturnya.
Devi pun berharap dari kunjungan ini, mahasiswa mengetahui berbagai teknik pengerjaan penelitian di Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit, sebagai salah satu bekal mereka nantinya saat di dunia kerja. “Mudah-mudahan para mahasiswa dapat mengetahui sejumlah penelitian di B2P2VRP salah satunya terkait serangga tular vektor, bionomik dan pengendaliannya. Ilmu vektor penyakit ini juga diharapkan dapat menambah wawasan serta dapat diaplikasikan dalam dunia kerja nantinya,” tutupnya.

Selasa, 08 Januari 2019

Sosialisasikan pentingnya Hidup Sehat, Esa Unggul Healthy Care Hadir di Car Free Days Sudirman-Thamrin


Masyarakat saat Cek Gula Darah, Kolestrol dan Golongan Darah
Masyarakat saat Cek Gula Darah, Kolestrol dan Golongan Darah

Esaunggul.ac.id, Esa Unggul kembali hadir di acara Car Free Day (CFD) Sudirman-Thamrin, minggu (06/01). Bertempat di samping Wisma Indosemen, Dukuh Atas, Esa Unggul membuka Stan pemeriksaan Kesehatan untuk masyarakat umum. Pelayanan Kesehatan UEU dalam Esa Unggul Healthy Careini diantaranya pemeriksaan Golongan darah, konsultasi kesehatan, Cek Gula darah, cek kolestrol hingga pemeriksaan Fisioterapi.
Suasana Tim Fisioterapi Saat CFD
Suasana Tim Fisioterapi Saat CFD

Sejumlah masyarakat pun antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan Esa Unggul, salah satunya diungkapkan oleh Gatot Rahmadi yang memeriksakan kesehatannya di Esgul Healthy Care. Menurutnya kegiatan ini sangat positif karena memberikan fasilitas kepada masyarakat untuk memeriksakan kesehatannya secara gratis. Dirinya berharap kegiatan ini kembali dapat diadakan setiap Car Free Day.
“Mudah-mudahan acara ini bisa diadakan rutin, karena manfaatnya sangat luas, saya sangat berterima kasih kepada Esa Unggul karena mengadakan acara ini, soalnya saya jadi mengetahui kondisi kesehatan saya seperti apa,” terangnya.
Sejumlah Masyarakat yang ikut memeriksakan Kesehatannya di CFD
Sejumlah Masyarakat yang ikut memeriksakan Kesehatannya di CFD

Sementara itu, koordinator pelaksana Esgul Healthy Care Dwita Uthami mengatakan dipilihnya momen Car Free Day untuk menyelenggarakan pemeriksaan Kesehatan dikarenakan CFD menjadi momen yang tepat untuk menjangkau masyarakat dari berbagai elemen khususnya kaum milenial yang saat ini sedang menggandrungi hidup sehat dan olahraga.
“Momen CFD ini sangat tepat untuk kita memberikan edukasi dan mensosialisasikan hidup sehat kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya kaum muda yakni generasi milenial, sehingga mereka bisa mengatur pola hidup sehat seperti apa,” ungkapnya.
Foto Bersama Seusai Cek Kesehataan
Foto Bersama Seusai Cek Kesehataan

Acara Esa Unggul Healthy Care ini berlangsung mulai pukul 06.30 hingga 11.00 WIB bersamaan dengan selesainya CFD.

Sosialisasikan pentingnya Hidup Sehat, Esa Unggul Healthy Care Hadir di Car Free Days Sudirman-Thamrin

Masyarakat saat Cek Gula Darah, Kolestrol dan Golongan Darah
Masyarakat saat Cek Gula Darah, Kolestrol dan Golongan Darah
Esaunggul.ac.id, Esa Unggul kembali hadir di acara Car Free Day (CFD) Sudirman-Thamrin, minggu (06/01). Bertempat di samping Wisma Indosemen, Dukuh Atas, Esa Unggul membuka Stan pemeriksaan Kesehatan untuk masyarakat umum. Pelayanan Kesehatan UEU dalam Esa Unggul Healthy Care ini diantaranya pemeriksaan Golongan darah, konsultasi kesehatan, Cek Gula darah, cek kolestrol hingga pemeriksaan Fisioterapi.
Suasana Tim Fisioterapi Saat CFD
Suasana Tim Fisioterapi Saat CFD
Sejumlah masyarakat pun antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan Esa Unggul, salah satunya diungkapkan oleh Gatot Rahmadi yang memeriksakan kesehatannya di Esgul Healthy Care. Menurutnya kegiatan ini sangat positif karena memberikan fasilitas kepada masyarakat untuk memeriksakan kesehatannya secara gratis. Dirinya berharap kegiatan ini kembali dapat diadakan setiap Car Free Day.
“Mudah-mudahan acara ini bisa diadakan rutin, karena manfaatnya sangat luas, saya sangat berterima kasih kepada Esa Unggul karena mengadakan acara ini, soalnya saya jadi mengetahui kondisi kesehatan saya seperti apa,” terangnya.
Sejumlah Masyarakat yang ikut memeriksakan Kesehatannya di CFD
Sejumlah Masyarakat yang ikut memeriksakan Kesehatannya di CFD
Sementara itu, koordinator pelaksana Esgul Healthy Care Dwita Uthami mengatakan dipilihnya momen Car Free Day untuk menyelenggarakan pemeriksaan Kesehatan dikarenakan CFD menjadi momen yang tepat untuk menjangkau masyarakat dari berbagai elemen khususnya kaum milenial yang saat ini sedang menggandrungi hidup sehat dan olahraga.
“Momen CFD ini sangat tepat untuk kita memberikan edukasi dan mensosialisasikan hidup sehat kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya kaum muda yakni generasi milenial, sehingga mereka bisa mengatur pola hidup sehat seperti apa,” ungkapnya.
Foto Bersama Seusai Cek Kesehataan
Foto Bersama Seusai Cek Kesehataan
Acara Esa Unggul Healthy Care ini berlangsung mulai pukul 06.30 hingga 11.00 WIB bersamaan dengan selesainya CFD.

Senin, 02 Juli 2018

Begini Meriahnya “Tempoe Doeloe” Kesmas Days 2018

Salah satu Kemeriahan Kesmas Days saat menghadirkan Hivi
Salah satu Kemeriahan Kesmas Days saat menghadirkan Hivi

Esaunggul.ac.id, Jakarta Barat, Dalam rangka memperingati hari Kesehatan Dunia (World Health Day) 2018, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Kesehataan Masyarakat Universitas Esa Unggul menggelar acara Kesmas Days. Serangkaian acara pun digelar untuk memeriahkan acara tersebut seperti Seminar, Kompetisi Futsal, Debat, Cek Kesehatan Gratis hingga acara paggelaran musik. Kesmas Days 2018 diselenggarakan selama tiga hari mulai tanggal 25 hingga 27 Juni 2018.
Bazar Kesmas Days yang mengambil tema Tempoe Doeloe
Bazar Kesmas Days yang mengambil tema Tempoe Doeloe

Ketua Himpunan mahasiswa Jurusan Imam Fachlevie menerangkan tahun ini tema yang diusung pada Kesmas Day yakni Tempoe Doeloe. Dipilihnya tema tersebut dikarenakan sejumlah acara di Kesmas Days dikemas dengan konsep Jadul (Jaman Dulu) apalagi generasi milineal saat ini sangat tertarik mengenai hal-hal jadul seperti makanan, barang-barang lama hingga musik. Tidak mengeherankan di Bazar Kesmas Days, sejumlah jajanan jaman dulu diperjualbelikan di bazar.
“Konsep Tempoe Doeloe yang kami jadikan tema, terkemas dalam serangkaian acara di Kesmas Days seperti di Bazar banyak tuh, jajanan-jajanan jaman dulu yang kami perjualbelikan, selain itu juga ada lomba lintas angkatan Prodi Kesmas Days, jadi alumni-alumni kesmas days bisa berkumpul dan bernostalgia,” ucap Imam di Universitas Esa Unggul 26 Juni 2018.
Perlombaan yang diselenggarakan di Kesmas Days
Perlombaan yang diselenggarakan di Kesmas Days

Sejumlah perlombaan pun diselenggarakan untuk memeriahkan Kesmas Days, Imam melanjutkan dua perlombaan yang dihelat di Kesmas Day yakni Futsal dan Debat diikuti oleh 12 Universitas di sekitar Jabodetabek. diselenggarakannya perlombaan ini dimakasudkan agar silaturahmi antar mahasiswa Kesmas dari berbagai Universitas dapat terjalin.
Acara Hari Kedua yakni Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Acara Hari Kedua yakni Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Imam pun menambahkan Dihari kedua kesmas days yakni Selasa (26/06), Panitia Kesmas Days bekerjasama dengan CT Arsa menggelar Cek Kesehatan Gratis dan mobil taman baca untuk para siswa SD Duri Kepa. Acara ini dimaksudkan untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pengabdian Masyarakat. Selain Cek Kesehatan Gratis dan taman baca, juga disediakan mobil pemeriksaan gigi untuk anak-anak sekolah dasar yang ingin memeriksakan giginya.
“Di hari kedua kami menyelenggarakan pengabdian masyarakat berupa cek pemeriksaan gratis, taman baca, dan pemeriksaan gigi gratis untuk masyarakat dan siswa-siswa sekolah dasar Duri Kepa,” tuturnya.
Seminar Mengenai Tembakau di Kesmas Days
Seminar Mengenai Tembakau di Kesmas Days

Dihari terakhir yakni Rabu (27/06), Imam meneruskan Kesmas Days menggelar Closing Ceremony berupa panggung musik dan acara temu akrab para alumni. Acara yang digelar mulai pukul 16.00 hingga 22.00 tersebut diisi oleh sejumlah bintang tamu yang saat ini sedang digandrungi oleh anak muda yakni Grup band Hivi dan Fourtwnty. sambutan dari para mahasiswa dan masyarakat pun luar biasa, karena terhitung semenjak dibukannya acara ini penonton pun membludak mengikuti acara closing ceremony Kesmas Days.
Acara Closing Ceremony Kesmas Days yang menghadirkan Hivi dan Fourtwnty
Acara Closing Ceremony Kesmas Days yang menghadirkan Hivi dan Fourtwnty

Dirinya bersama teman-teman panitia Kesmas Days berharap ajang Kesmas Days seperti ini dapat terselanggara kembali tahun depan karena menurutnya serangkaian kegiatan di Kesmas Days sangat positif dan bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat. Selain itu pesan dari kesmas day yang menyasar pada peningkatan penyelenggaraan kesehataan di Indonesia dapat terwujud.
” Pesan utama di Kesmas Days ini sangat positif terhadap masyarakat dan mahasiswa, untuk itu penting sekali kegiatan kesmas day kembali terselenggara di tahun-tahun mendatang sebagai langkah mensosialisaikan tentang pentingnya kesehatan di masyarakat terutama anak-anak muda jakarta,” tutupnya.

Rabu, 17 Januari 2018

Cara Menjadi Generasi zaman Now Dengan Pola Hidup Sehat ala Mahasiswa Ilmu Gizi

Tika Bisono Saat menyampaikan Materi Saat Seminar Ilmu Gizi

Esaunggul.ac.id, Jakarta Barat, Generasi muda saat ini atau sering disebut “Generasi Zaman Now” memiliki kecendrungan untuk selalu dapat eksis di media sosial dan lingkungannya. Hal ini tidak dapat dipisahkan dari pengaruh Teknologi dan trend yang serba instan yang menjadi gaya hidup para generasi muda saat ini. Tidak mengherankan, anak-anak muda zaman now lebih mementingkan pencitraan pribadi ketimbang kehidupan pribadinya yang sebetulnya mengenaskan.
Untuk itu, mahasiswa Ilmu Gizi Esa Unggul menggelar seminar bertajuk “Menjadi Remaja zaman Now Dengan Pola Hidup Sehat dan Aktivitas Fisik yang Optimal”. Dalam seminar tersebut para pemateri membahas bagaimana para anak muda terutama mahasiswa Esa Unggul untuk menjadi generasi masa depan yang kreatif, aktif, eksis tanpa meninggalkan pola hidup sehat. Salah satu pembicara yakni Psikolog kondang, Tika Bisono menerangkan acara yang diselenggarakan oleh para mahasiswa Ilmu Gizi ini sangat bermanfaat bagi para pemuda-pemudi yang dewasa ini makin meninggalkan pola hidup sehat mereka.
“kualitas dari hidup generasi zaman now sangat jelek, kebanyakan mereka mungkin keren dari segi fisik dan penampilan, tapi dari tubuh mereka sebenarnya mereka itu sakit. Anak-anak itu ingin eksis namun mengorbankan pola hidup sehat mereka,” ujar Tika Bisono di Ballroom Aula Kemala, Universitas Esa Unggul, Jakarta Barat 12 Januari 2017.
Suasana Saat Seminar Ilmu Gizi
Psikolog yang juga penyanyi ini mencontohkan pola hidup tidak sehat yang diterapkan oleh anak-anak muda saat ini seperti diet berlebih yang banyak dilakukan remaja putri hingga mereka mengidap penyakit Anoreksia(Penyakit yang terobesesi pada tubuh kurus). Hal ini dikarenakan mereka ingin memiliki tubuh langsing yang dapat dipamerkan ke lingkungan mereka bahkan ke sosial media mereka.
Budaya pamer dikalangan anak muda menjadi salah satu pembawa efek negatif bagi mereka, Tika melanjutkan, saat ini banyak anak muda yang olahraga hanya untuk memamerkan di sosial media mereka. Efek buruknya, olahraga yang mereka lakukan tidak optimal serta konsisten dan hanya menjadi ajang pencitraan agar menjadi viral dan Hits.
“Para generasi Zaman now kebanyakan pencitraan, yang tadinya mau olahraga malah asik eksis di Media Sosial. contohnya di Car free day olahraganya 5 menit ajang foto-foto dan instan Storynya sampai dua jam yang lebih parah, olahraganya tidak dilakukan secara konsisten,” ujarnya.
Kemeriahan Seminar Ilmu Gizi
Dirinya pun menyarankan agar para anak muda khususnya mahasiswa Esa Unggul mampu menyeimbangkan antara pola hidup dengan pola pikir sehingga mereka bukan hanya menjadi generasi yang ikut-ikutan namun dapat menumbuhkan semangat hidup sehat dikalangan anak muda indonesia.
“Saya berharap acara ilmu Gizi terkait anak muda dan pola hidup sehat dapat terselenggara kembali, karena acara seperti ini mampu mensosialisasikan gerakan hidup sehat kepada anak muda sehingga yang pola hidupnya tidak teratur dapat berubah dan pola pikir mereka juga dapat lebih sehat tentunya dengan diakomodir dengan kegiatan-kegiatan positif dan kreatif,” tutupnya.
Acara seminar ini diselenggarakan oleh mahasiswa Program studi Ilmu Gizi semester 7 sebagai pelengkap salah satu mata kuliah seminar Gizi. Para narasumber yang dihadirkan diantaranya Founder of Gizi Kebugaran Nazhif Gifari, S.Gz., M.si, Tika Bisono, Mahasiswi Ilmu Gizi Esa Unggul Mariska Dwi dan Founder of ANOKI & KA Prodi Ilmu Gizi Mury Kuswari, S.pd, M.si.

Senin, 13 November 2017

Seminar Nasional Bioteknologi Esa Unggul Bahasa Perkembangan Rekayasa Genetik di Indonesia

Salah Satu Pembicara Seminar Nasional Dr. Henny Saraswati, S.Si, M.Biomed

Esaunggul.ac.id, Jakarta Barat, Jurusan Bioteknologi Esa Unggul mengadakan seminar nasional yang bertajuk Seminar dan Call for Papper yang bertajuk Genetic Engineering in Biotechnology. Dalam seminar yang berlangsung di Ballroom Aula Kemala tersebut tiga pembicara yang dihadirkan mengulas mengenai perkembangan rekayasa genetika yang menjadi objekvital pembahasan Bioteknologi.
Salah satu pembicara seminar Prof. DR. Ir. Suharsono DEA, Guru Besar Bioteknologi Institut Pertanian Bogor menjelasakan dalam materinya mengenai pentingnya memaksimalkan peran Bioteknologi dalam memperbaiki kualitas maupun kuantitas sebuah produk dalam hal ini ialah komoditas pertanian di
Indonesia.
“Dengan pengelolaan Bioteknologi yang tepat komoditas pertanian kita dapat berkembang lebih baik, baik dari segi Kualitas dan kuantitasnya, hal ini dikarenakan inovasi berupa rekayasa genetik dari komoditas pangan akan sangat diperlukan dimasa depan ,” tutur Suahrsono di Ballroom Aula Kemala, Esa Unggul, Senin (13/11/2017).
Suharsono pun mencontohkan rekayasa genetika yang dapat dilakukannya seperti modifikasi oleh GE dengan memodifikasi RNA (dan protein) dan memodifikasi DNA (genom). Hal ini dilakukan seperti pada tanaman kentang dan jagung. Dari hasil rekayasa genetika yang dilakukan pada tanaman tersebut, dirinya meyakini hasil pencapaian produksi pangan akan meningkat bukan hanya dari segi jumlah namun juga kualitasnya.
Dirinya pun berharap dengan adanya hasil Bioteknologi pada setiap rekayasa genetika yang diterapkan pada komoditas pangan di Indonesia dapat membantu menciptakan ketahanan pangan di Indonesia serta hasil pertanian di Indonesia dapat bersaing secara Internasional.
Para Pembicara di Seminar Nasional Bioteknologi
Secara lebih luas, Pria yang mengambil S2 dan S3 di Perancis ini pun optimis di Indonesia akan muncul peneliti-peneliti muda di bidang Bioteknologi bukan hanya konsen pada komoditas pertanian saja, namun pada bidang kesehatan, Biologi molekuler, genetik hingga Psikologi.
“Penelitian mengenai rekayasa genetika di Indoneisa pada berbagai bidang sebetulnya sudah lumayan maju, namun masih tertinggal dari negara-negara lainnya terutama negara Asean.Bukan karena persoalan Sumber daya manusia dan sumber daya Alamnya, namun lebih kepada penyediaan fasilitas penelitiannya yang sangat kurang, untuk itu perlu adanya kesadaraan para pemangku kebijakan yakni pemerintah,” tutupnya.
Suasana Saat Seminar Nasional Bioteknologi
Selain Suharsono yang menyampaikan materi, juga hadir pemateri lainnya yakni Ir. kholis Audah, Ph.D Dosen Biomedical Engineering Swiss Jerman University dan Dr. Henny Saraswati, S.Si, M.Biomed Dosen Esa Unggul. Seminar Nasional Bioteknologi tersebut merupakan rangkaian acara Biotechnology Festival 2017 untuk menyambut ulang tahun ke-2 jurusan Bioteknologi Esa Unggul.
Acara Puncak dari perayaan Biotechnology Festival 2017 akan diselenggarakan pada tanggal 18 November mendatang yang akan dilaksanakan di SMAN 86 dengan menggelar berbagai perlombaan dan juga bazar.

Senin, 02 Oktober 2017

Pentingnya Peran Mahasiswa Promosikan “GERMAS” Kepada Masyarakat


Foto Bersama antara Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan dengan Pembicara Seminar Nasional
Foto Bersama antara Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan dengan Pembicara Seminar Nasional
Esaunggul.ac.id, Jakarta Barat, Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Esa Unggul menyelenggarakan Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat (SNKM I). Seminar nasional yang mengambil tema “Peran SDM Kesehatan Dalam pencapaian Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)” ini mengundang para ahli di bidang kesehatan sebagai pembicara seminar.
Salah satu pembicara seminar yakni Husein Habsyi SKM., MHComm dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) menjelaskan selama ini pemerintah telah secara aktif mengadakan sosialisasi mengenai GERMAS kepada masyarakat, namun masih terkendala oleh beberapa hal baik teknis maupun non-teknis.
“GERMAS ini merupakan sebuah program yang telah dijalankan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, sayangnya masih banyak masyarakat yang kurang aware terhadap program ini padahal program ini sangat baik bagi masyarakat memulai hidup sehat,” ujar Husein Habsyi seusai menyampaikan materi seminar di Ballroom Aula Kemala, Senin (02/10/2017).
Para Pembicara Saat Seminar Nasional
Para Pembicara Saat Seminar Nasional
Untuk itu Husein pun melanjutkan peran anak muda terutama para mahasiswa untuk menyukseskan program Germas ini sangatlah perlu mengingat mahasiswa merupakan agen perubahan yang memiliki kemampuan serta kompetensi yang sesuai dalam meningkatkan gerakan sehat bagi masyarakat.
“Anak muda khususnya mahasiswa itukan agen perubahan untuk lingkungannya sehingga peran mahasiswa sangat central untuk menyebarkan program Germas ini. Apalagi pola sosialisasi saat ini telah berubah ke teknologi digital, tidak mengherankan pendekatan yang dilakukan oleh mahasiswa dalam menyukseskan program ini lebih tepat sasaran,” tuturnya.
Dia pun berharap dari acara seperti ini mahasiswa semakin menyadiri perannya dalam lingkungan mengingat nantinya setelah mereka lulus, para mahasiswa akan terjun langsung kepada masyarakat sebagai role model dan contoh bagi masyarakat untuk meciptakan gerakan masyarakat sehat.
“Dari acara seperti ini saya berharap berbagai kalangan menyadari tentang pentingnya mendukung program pemerintah tentang Germas ini, terutama kalian para anak muda dan mahasiswa saya berpesan kalian harus menguasai beberapa kompetensi dianataranya mampu menganalisis masalah situasi kesehatan masyarakat, mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar, mampu berkomunikasi dengan baik dan mampu merencanakan program. Mudah-mudahan mereka dapat mempraktekan kompetensi tersebut,” tutupnya.
Suasana Saat Seminar Nasional
Suasana Saat Seminar Nasional
Seminar SNKM I Kesehatan Masyarakat ini selain mengundang pembicara dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), juga hadir Kepala Pusrengun SDMK Kemenkes RI Dra.Hj. Oos Fatimah Rosyat, M.Kes dan DR.dr. Sandi Iljanto,MPH Pakar Administrasi Kebijakan Kesehatan UI.
Selain seminar oleh para pakar kesehatan, dalam acara tersebut juga dipamerkan beberapa karya poster hasil dari tugas akhir mahasiswa Kesehatan masyarakat Esa Unggul. Poster-poster tersebut menggambarkan sejumlah penelitian dari mahasiswa yang telah lulus pada tahun ini. Acara yang tersebut berjalan atraktif dan berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga 12.30. Peserta di acara ini ialah mahasiswa Kesmas Esa Unggul dan beberapa siswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan.

Selasa, 19 September 2017

Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan Proudly Present SENWODIPA 2017


SENWODIPA 2017
SENWODIPA 2017

Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan Proudly Present SENWODIPA 2017

1. Seminar Nasional (4 Oktober 2017)
Tema : “Strategi Menjaga Privacy dan Security Informasi Kesehatan dalam Rekam Kesehatan Elektronik”
Narasumber :
1. Dr. Dra. Gemala Rabi’ah Hatta, MRA., M.Kes. (Ahli Manajemen Rekam Medis)
2. Dr. drh. Didik Budijanto, M.Kes (Pusdatin KEMKES RI)
3. Dedy Purbaya (Tim IT Rumah Sakit)
HARGA :
Mahasiswa Rp. 220.000
Alumni Rp. 265.000
Umum Rp. 300.000
Fasilitas : Sertifikat 2 SKP Pormiki, Seminar Kit, Snack dan Lunch.
2. Workshop A (3 Oktobet 2017)
Tema : “Analisis Big Data pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan”
Narasumber :
1. Dr. Herwanto, S.Kom, M.SI (Doktor Ilmu Komputer Fasilkom UI IT Manager PT Pertamina Bina Medika)
HARGA :
Umum/Alumni Rp. 550.000
Fasilitas : Sertifikat 2 SKP Pormiki, Seminar Kit, Snack dan Lunch.
3. Workshop B (4 Oktober 2017)
Tema : “Strategi Penyelesaian Pending Klaim BPJS Kesehatan”
Narasumber :
1. dr. Eddy Sulistijanto Hadie, MM, AKK
DEPUTI DIREKSI BIDANG JAMINAN
PEMBIAYAAN KESEHATAN
RUJUKAN BPJS KESEHATAN
PUSAT BPJS Kesehatan
2. dr. Sarwanti, MARS
HARGA :
Umum/Alumni Rp. 350.000
Fasilitas : Sertifikat 2 SKP Pormiki, Seminar Kit, Snack dan (Lunch).
4. Call For Paper (4 Oktober 2017)
Topik :
1. INA CBG’s
2. EHR/EMR
3. STANDARISASI AKREDITASI bPELAYANAN RS
4. MANAJEMEN MUTU
5. TELEMEDICINE
6. PATIENT SAFETY
7. MIK/RMIK
8. APLIKASI DALAM
PELAYANAN KESEHATAN
Tanggal penting:
_Abstract submission Deadline_: Jumat, 29 Sept 2017
_Acceptance Notification_: Sabtu, 30 Sept 2017
_Full Paper Submission Deadline_: Minggu, 1 Okt 2017
_Conference_: Rabu, 4 Okt 2017
HARGA :
Mahasiswa S1/Diploma Rp. 350.000
Mahasiswa S2/S3 Rp. 400.000
Umum Rp. 450.000
Fasilitas : Prosiding Ber-ISBN, snack, dan seminar kit.
Alur Pendaftaran :
*SEMINAR NASIONAL & WORKSHOP*
1. Silahkan lakukan Konfirmasi / Kuota peserta kepada panitia
2. Silahkan melakukan Pendaftaran di (http://bit.ly/2fsPzHd)
3. Melakukan pembayaran ke
Rek BRI 0840-0102-8889-537
A/N ANDI TENRI NURRUL I A
4. Konfirmasi Pembayaran ke
Email: senwodipa2017@gmail.com
Whatsapp: 0852-9955-8749 (Andi)
dengan format :
(Seminar/Workshop A/Workshop B)/
Nama_(Mahasiswa/Alumni/
Umum)_Asal Institusi_/Tgl Bayar
dan mengirimkan foto bukti pembayaran serta foto kartu identitas (KTM/KTP) yang berlaku.
*CALL FOR PAPER*
1. Silahkan lakukan Konfirmasi Kuota peserta kepada panitia
2. Silahkan melakukan Pendaftaran di (http://bit.ly/2xuzS6H)
3. Silahkan Download Syarat dan Ketentuan di (http://bit.ly/2wQU2WO)
4. Melakukan pembayaran ke
Rek BRI 0840-0102-8889-537
A/n Andi Tenri Nurrul I A
5. Konfirmasi pembayaran ke
Email : senwodipa2017@gmail.com
Whatsapp : 0852-9955-8749 (Andi)
dengan format:
CFP_Nama_(S1/S2/S3)_Asal Institusi_Tgl Bayar
dan mengirimkan foto bukti pembayaran serta foto kartu identitas (KTM/KTP) yang berlaku.